PRESTASI MURID SDIA 17 BINTARO PESERTA EKSKUL TEATHER DI AJANG KID WITNESS NEWS (KWN) PANASONIC 2016

Alhamdulillah SDIA 17 Bintaro kembali berhasil menorehkan prestasi pada bidang pembuatan film (sineas) anak murid pada kegiatan Kid Witness News (KWN) Panasonic 2016. Kegiatan ini diikuti oleh para anak murid tingkat sekolah dasar dan juga murid sekolah menengah pertama. Untuk Kid Witness News ini adalah untuk yang ke-28 kalinya dan bagi PT. Panasonic Gobel Indonesia ini adalah ke-13 kalinya dan pada tahun ini memilih tema “Uniknya Duniaku” tentang ekologi, komunikasi dan olahraga. Kompetisi KWN ini adalah komitmen dari PT. Panasonic Gobel Indonesia untuk turut mengembangkan potensi dan bakat anak-anak muda di Indonesia. Para anak muda diajak berkompetisi untuk bercerita mengenai uniknya dunia sekitar mereka melalui naskah pendek. Kompetisi ini mengikutsertakan siswa dan siswi berusia 10-15 tahun dengan jumlah 2-10 anggota dalam satu tim dari sekolah yang sama. Anak-anak diajak untuk menuangkan kreativitasnya melalui penulisan naskah pendek berdurasi 5 menit. Naskah pendek dapat berupa skenario, storyline atau storyboard untuk jenis tayangan reportase, drama, atau dokumenter.

Nantinya, 10 jalan cerita terbaik akan dibekali oleh camcorder dari Panasonic dan mendapatkan pelatihan dari para akademisi serta praktisi profesional perfilman Indonesia. Mereka diikutsertakan pada kompetisi tahap selanjutnya, yaitu pembuatan video. Selanjutnya,                              3 (tiga) pemenang video terbaik tingkat nasional akan mengikuti kompetisi KWN tingkat internasional.

SDIA 17 Bintaro telah mengikuti kegiatan lomba ini untuk yang ke-dua kalinya, yang pertama pada tahun pelajaran 2015/2016 yang lalu yang juga berhasil sebagai juara 1, dan yang sekarang pada tahun pelajaran 2016/2017. Wakil SDIA 17 Bintaro adalah dari peserta ekskul teather yang telah diseleksi dan dipilih oleh pelatih dan pendamping ekskulnya yaitu ananda Raisa Mutia Mikoyan murid kelas 2 Makkah, Davina Arifabillah murid kelas 3 Makkah, Sonata Kukila Jene murid kelas IV Mina dan Kanzara Audriana Mahendra murid kelas IV Arafah.

Kerja sama yang baik antar tim dari para peserta ekskul teather, guru pendamping dan guru pelatih serta orang tua murid peserta ekskul teather, mulai dari menuliskan cerita/ script, kemudian juga pada proses selanjutnya setelah kemudian berhasil lolos dari seleksi penulisan cerita.

Alhamdulillah Tim Teather Albin berhasil lolos dalam sepuluh terbaik penulisan cerita/ script sehingga berhak memperoleh camcorder dari Panasonic untuk kemudian mem-film-kan ceritanya tersebut.

Proses pengambilan gambar untuk membuat film ini dilaksanakan di pulau Bali karena lokasi Sanggar Tari Shandi Muni Kumara berada di Jl. Subur, Gg Mirah Hati I, No.9 Br. Monang Maning Denpasar, Bali. Sanggar tari ini adalah sanggar tari khusus bagi anak-anak penyandang tuna rungu yang terbatas dalam berkomunikasi, tetapi karena yang diajarkan adalah seni, maka kemudian mereka dapat berkomunikasi dalam bahasa seni. Sanggar ini dikelola oleh Bapak  I Made Lila Arsana, S.Sn. Bersama dengan istrinya beliau mengelola sanggar ini tanpa memungut biaya. Bahkan kedepan rencananya sanggar tari ini tidak hanya mengajarkan sendra tari kepada murid yang tunga rungu, tetapi juga kepada murid tuna daksa atau down sindrom. Sungguh mulia memang cita-cita dari pemilik sanggar ini.

Proses pengambilan gambar berlangsung pada tanggal 2, 3 dan 4 Desember 2016. Tim Teather Albin berangkat bersama-sama menunju lokasi. Disana tim selain disambut hangat oleh Bapak  I Made Lila Arsana, S.Sn selaku pengelola sanggar, juga disambut oleh Bapak Anom Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar Bali. Beliau menyambut kehadiran anak-anak murid kita, bahwa jauh datang dari ibukota untuk kemudian melihat dan meliput bahkan memfilmkan tentang kegiatan sehari-hari yang berlangsung di sanggar tersebut.

Kemudian setelah selesai proses pengambilan gambar, dilakukan editing dan finishing film di Jakarta. Alhamdulillah setelah melalui serangkaian proses seleksi dan pelatihan yang panjang, PT Panasonic Gobel Indonesia mengumumkan pemenang Program Kid Witness News (KWN) 2016 di Auditorium London School of Public Relations (LSPR) Jakarta, pada hari Selasa, tanggal 7 Februari 2017 yang lalu.  Diseleksi dari sekitar 260 naskah dari 31 Sekolah Dasar and 40 Sekolah Menengah Pertama. Dari 10 finalis terbaik yang terbagi menjadi dua kategori yaitu untuk tingkat sekolah dasar dimenangkan oleh SD Islam Al Azhar 17 Bintaro dengan judul  Bahasa Sunyi. Sementara untuk Sekolah Menengah Pertama (Secondary) diraih SMP Regina Pacis Bogor dengan judul Love Letters.

Menurut Corporate Communication Manager PT Panasonic Gobel Indonesia, Viya Arsawireja, bahwa pihaknya telah berunding dengan tim dewan juri untuk memutuskan pemenang dari setiap kategori (SD dan SMP) program KWN 2016. Tim yang akan mewakili Indonesia pada Kid Witness News tingkat global pada ketegori sekolah dasar (primary) adalah SD Islam Al Azhar 17 Bintaro. Semoga untuk tingkat Asia dan Global film karya murid SDIA 17 Bintaro dapat kembali muncul sebagai pemenang, mari kita bantu doakan bersama-sama. Aamiin, YRA.

Terimakasih kepada Ibu Nani Ariyani, M.Pd., selaku penanggung jawab kegiatan ekskul, Bapak Enden Daenuri, M.Pd., sebagai koordinator ekskul, Bapak Muhamad Yatim, S.Pd., yang turut mendampingi anak-anak menerima piala di Auditorium LSPR. Kepada orang tua murid yang telah banyak membantu baik secara moril maupun materill untuk tercapainya torehan prestasi yang membanggakan ini. Semoga kedepan prestasi SD Islam Al Azhar 17 Bintaro semakin baik dan baik lagi, baik akademik maupun non akademik, baik untuk tingkat nasional, tingkat internasional.

IMG-20170207-WA0011

Judul : Bahasa Sunyi

Script : Tim Teather Al Azhar Bintaro

Sutradara : Sonata Kukila Jene (murid kelas IV Mina)

Editor : Kanzara Audriana Mahendra (murid kelas IV Arafah)

Pemain : Raisa Mutia Mikoyan (murid kelas II Makkah), & Davina Arifabillah (murid kelas III Makkah)

Guru Pelatih : Jeni Amsir dari One Production Depok

Guru Pendamping : Neni Andriani

Lokasi cerita/ shooting : Bali

Tempat : Sanggar Tari Shandi Muni Kumara

Sinopsis cerita :

Shandi Muni Kumara merupakan sanggar aktivitas anak-anak yang memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi. Salah satu hal penting yang dapat memungkinkan keberhasilan mereka dalam kegiatan belajar menari adalah komunikasi bahasa. Namun di sanggar tersebut mampu menjembataninya melalui bahasa seni (bahasa isyarat).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>